|
|
+ Selengkapnya ...
|
|
Card sharp: Chinese Ye Tongxin is attempting a Guinness world record after 10 years' of training
Sliced: A watermelon slashed deeply by the playing cards thrown by Ye Tongxin
In training: Ye Tongzin spends two hours every night throwing cards at fruit and vegetables after he gets home from work
Slashed: The cucumbers severed by the playing cards which hang from a frame used for training by Tongxin
Extraordinary bond: Conjoined twins Abigail and Brittany Hensel have been given their own reality TV show charting their graduation and travels through Europe
Astonishing development: The 22-year-olds, who share one body, graduated from Bethel University in Minnesota, a story that will form part of the show
Feat of teamwork: The girls passed their driving test on their 16th birthday, with each twin using one arm to control the steering wheel
Remarkable: The girls have two spines, two hearts, two oesophagi, two stomachs, three kidneys, two gall bladders, four lungs, one liver, one ribcage, a shared circulatory system and partially shared nervous systems
Much-loved: The girls attended a private church school and are popular with their friends, who treat them no differently from anyone else
One in a trillion: The Hensels are believed to be one of only a few sets of dicephalus twins in history to survive infancy
Unique parenting skills: Their mother Patty has encouraged the girls to develop their own individuality and to ensure that if one of the twins misbehaves, she is careful to only scold the one responsible
In unison: The twins display an astonishing sense of co-ordination, with each using one arm to perform tasks, including playing the piano and sport
Give and take: What is perhaps most touching about Abigail and Brittany has been their ability to get on, despite their different personalities
Salat adalah kewajiban seorang yang mengaku muslim dan tiang agama. Kaum muslim harus menunaikan salat wajib lima waktu dalam satu hari. Buat Anda tinggal di negara mayoritas Islam mungkin tidak bakal menemukan masalah. Anda bisa singgah di masjid manapun. Tetapi bagaimana jika tinggal di wilayah mayoritas bukan Islam ?
Dalam sebuah video diunggah di situs Youtube memperlihatkan keteguhan seorang muslim menjalankan salat wajib. Tidak tanggung-tanggung dia menunaikan ibadah wajib itu di atas bagasi sebuah taksi dengan menggelar sajadah. Menurut pengunggahnya, linimasa akun somalifox, peristiwa itu terjadi di salah satu sudut Kota New York, Amerika Serikat.
Durasi tayangan itu cukup singkat, yakni hanya 34 detik. Kualitas gambarnya pun sangat baik. Mungkin diambil dengan kamera definisi tinggi. Video itu diunggah Januari tahun lalu.
Dalam video itu terlihat meski sang pria salat di atas taksi berada di pinggir jalan, dia tetap khusyuk menunaikan ibadah wajib umat muslim itu. Orang-orang di sekitarnya lalu-lalang sambil sesekali melirik aksi lelaki itu. Mungkin bagi mereka terasa aneh. Maklum saja, sejak peristiwa serangan ke Menara Kembar Pusat Perdagangan Dunia (WTC) sebelas tahun silam, sentimen anti-Islam meningkat di Negeri Paman Sam itu.
Senin lalu, publik muslim Amerika bahkan dikejutkan dengan peristiwa pembakaran sebuah masjid di Kota Joplin, Negara Bagian Missouri. Semua rata dengan tanah habis dilalap si jago merah. Biro Penyelidik Federal bahkan menawarkan hadiah USD 15 ribu atau setara Rp 141 juta bagi siapa saja memberikan informasi soal pelaku pembakaran.
Berikut videonya:


Sebuah keterampilan baris-berbaris tingkat tinggi diperagakan oleh para siswa di Jepang. Mereka memperlihatkan kemahiran dalam sebuah kompetisi dan sanggup memukau penonton.
Dilansir dari situs Youtube, Selasa (24/7), video keterampilan baris-berbaris itu ada dua jenis. Versi pendek berdurasi 2 menit 32 detik diunggah oleh pemilik akun cochranes pada September dua tahun lalu. Sementara versi asli sepanjang 9 menit 15 detik diunggah oleh pemilik akun withvinay pada November di tahun sama.
Pada permulaan video itu diperlihatkan sejumlah siswa rata-rata lelaki itu tengah mengikuti Kejuaraan Jalan Tepat di Jepang. Mereka sudah berbaris memanjang. Sesaat setelah diberi aba-aba, mereka mulai melangkah ke depan. Saat aba-aba kedua, mereka langsung memecah barisan dalam dua kelompok. Semuanya mengenakan setelan jas dan celana hitam serta kemeja putih dan dasi warna kuning emas.
Setelah memecah barisan, mereka bergerak berlawanan arah dan tiba-tiba dua kelompok itu menuju titik sama. Uniknya mereka mampu berpapasan satu sama lain tanpa bertabrakan. Lebih mencengangkan lagi mereka mengulangi gerakan itu berjalan mundur. Penonton pun mulai riuh melihat keterampilan mengagumkan diperagakan oleh para siswa itu. Setelah itu mereka kembali mengulang gerakan sama dengan sedikit berlari.
Tidak hanya memperlihatkan kemahiran baris-berbaris, para siswa itu jago dalam membuat gerakan lambat secara runut. Mungkin ada baiknya para siswa di Indonesia belajar baris seperti ini agar lebih tertib saat sudah dewasa kelak.
Berikut ini videonya:

Video tentang gadis cilik yang mahir memanjat pintu menarik perhatian pengguna YouTube.
Namanya adalah Sofya Dickson. Dalam video tersebut gadis berusia tiga tahun ini memanjat bingkai pintu dengan teknik yang unik. Sembari memanjat, gadis ini terus mengatakan: "Aku bisa melakukannya," pada dirinya sendiri.
Video yang direkam oleh ayah Dickson ini telah dilihat sebanyak 200.000 kali oleh pengguna YouTube di seluruh dunia.
Berdasarkan Telegraph (24/07), video ini bahkan telah mendapatkan tawaran untuk digunakan dalam iklan dan acara oleh televisi di Amerika.
Peter Dickson, sang ayah, berjanji akan mendonasikan uang yang didapat dari video ini pada yayasan Save the Children. Ingin tahu aksi unik gadis cilik ini? Simak videonya di bawah ini.

Seekor tikus tanah tiba-tiba muncul dari dalam sarangnya saat kameramen sedang membuat tayangan soal teknologi roket milik Rusia. Lucunya hewan itu cuek saja meski roket dengan berat lebih dari satu ton dengan landasannya melintas tepat di atas sarangnya.
Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Senin (23/7), sang kameramen mungkin juga tidak bakal menyangka kemunculan tikus tanah itu. Dia memang sengaja meninggalkan kamera dalam keadaan sedang merekam. Dia ingin mengambil gambar landasan roket milik Rusia di tengah gurun Kazakhstan melintas tepat di atas kamera. Kemungkinan dia salah menempatkan kamera dan tidak menyangka terjadi hal unik itu.
Mungkin asing dengan kamera, hewan pengerat itu malah asyik bermain di depan lensa dan tidak mempedulikan keadaan sekitarnya.
Video berdurasi 2 menit 42 detik itu diunggah di situs Youtube oleh pemilik akun malygin. Hingga saat ini tayangan itu sudah disaksikan 287 ribu orang. Meski baru mengoleksi 252 komentar, rata-rata penonton terkesan oleh tingkah hewan itu.
Syuting tayangan itu dilakukan di Baikonur Cosmodrome atau lazim dijuluki Tyuratam, yakni pusat peluncuran roket antariksa milik Rusia dan diklaim terbesar sejagat. Letaknya di tengah gurun berjarak 124 mil dari Laut Aral, Kazakhstan. Pemerintah Negeri Beruang Merah menyewanya dari bekas negara kesatuannya itu.
Berikuti videonya :



Video terbaru itu diunggah seseorang ke situs YouTube dan seorang aktivis Sami al-Hamwi (@HamaEcho) membuat posting di Tweeter dengan mentautkan video itu. Ia menulis agar Presiden Suriah Bashar al-Assad melihat rekaman itu supaya menjadi pelajaran.
Rekaman ini berbeda dengan yang beredar setahun sebelumnya ketika Khadafi masih hidup dalam keadaan luka parah dianiayai oleh massa. Di video terbaru yang dibuat pada 20 Oktober 2011 namun otentifikasinya belum terverifikasi itu, Khadafi sudah meninggal dan jenazahnya dipermainkan oleh para pemberontak.
Tampak dalam rekaman tersebut sejumlah orang berteriak dan bergembira di dekat sebuah van yang berisi jenazah Khadafi. Kepala jenazah kemudian diangkat dan digoyang-goyangkan seolah-olah masih hidup dan berbicara, layaknya pertunjukan boneka yang berbicara menggunakan suara perut. [tjs]

