Tampilkan postingan dengan label travelling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label travelling. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 April 2012

5 Gunung Ini Bersahabat Bagi Para Pendaki Pemula


Berkelana di gunung jadi olahraga yang menggiurkan sekaligus terasa tidak mungkin, apalagi jika Anda belum pernah mendaki sebelumnya. Tak perlu kuatir, berikut 5 gunung yang bisa dijelajah oleh para pendaki pemula.

Naik gunung bukanlah kegiatan yang hanya bisa dilakukan mereka yang profesional. Anda yang tidak berpengalaman pun bisa menjejakkan kaki di 5 gunung ini karena medannya yang tidak terlalu sulit. Selain medan yang bersahabat, pemandangan alam di beberapa tempat ini juga akan membuat Anda jatuh cinta. Inilah 5 gunung yang bisa didaki pemula, disusun detikTravel, Senin (23/4/2012):
Tegal Alun, Gunung Papandayan (Ambo Arphegio/ dTraveler)

1. Gunung Papandayan, Jawa Barat

Langkahkan kaki Anda ke Garut dan jelajahi Gunung Papandayan. Jalur landai dan pemandangan cantik akan menemani pendakian pertama Anda. Kawah Mas, Kawah Baru dan Kawah Nangklak adalah beberapa kawah belerang yang akan ditemui di sini. Gunung dengan ketinggian 2.665 mdpl ini memiliki pesona khas yaitu padang bunga edelweis.

Padang ini berada di dekat puncak gunung. Jadi, saat sudah bertemu padang cantik bunga abadi, tak lama lagi kaki Anda akan mencapai puncak gunung. Tak terasa, satu gunung sudah berhasil dijelajah!
Panorama Gunung Ungaran (Ryan Cath/ dTraveler)

2. Gunung Ungaran, Jawa Tengah

Terletak di Kota Ungaran, Semarang sebuah gunung bisa Anda daki. Eits, jangan langsung naik, karena ada beberapa objek wisata yang bisa dikunjungi di kaki gunung. Candi Gedongsongo, juga beberapa air terjun seperti Curug Semirang dan Curug Lawe adalah beberapa objek yang bisa Anda datangi di sini.

Gunung ini memiliki 3 puncak yang sejajar yaitu Gendol, Botak dan Ungaran. Meski Puncak Gendol dan Botak memiliki ketinggian yang tidak jauh dari Ungaran, namun yang paling tinggi adalah Unggaran. Di atas ketinggian 2.050 mdpl, Anda bisa menikmati 2 pemandangan indah sekaligus. Di sebelah utara Anda akan dihipnotis dengan hamparan Laut Jawa nan luas. Sedangkan di arah selatan, jajaran gunung akan memenuhi pandangan: Merapi, Merbabu, Telomoyo, Sumbing, juga Sindoro.
Panorama Gunung Ungaran (Ryan Cath/ dTraveler)

3. Gunung Ijen, Jawa Timur

Gunung di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur ini memiliki destinasi andalan yang tidak bisa terlewat yaitu Kawah Ijen. Kawah yang cantik saat pagi ini menjadi puncak dari gunung ini. Banyak pendaki dari dalam dan luar negeri rela menanjak dari dini hari agar bisa menikmati sunrise di puncak Gunung Ijen.

Gunung ini tidak terlalu sulit untuk didaki, namun jalurnya yang dipenuhi pasir membuat perjalanan sedikit sulit. Tak apa, semua peluh akan terbayar dengan pemandangan matahari terbit yang cantik di ketinggian 2.443 mpdl.
Jalur di Gunung Kelimutu (Putri/ detikTravel)

4. Gunung Kelimutu, NTT

Gunung kedua yang memiliki kawah di puncaknya adalah Kelimutu. Danau 3 warna yang sudah terkenal hingga mancanegara ini menjadi suguhan utama saat Anda sampai puncak. Gunung yang terletak di Kabupaten Ende, FLores, NTT ini memiliki ketinggian 1.639 mdpl. Tidak terlalu tinggi, tepat untuk Anda pendaki pemula.

Pemandangan indah di sepanjang jalan akan membuka mata Anda bahwa Flores tak hanya indah dalam wisata bahari. Pendakian pun takkan terasa berat karena jalurnya terhitung landai.
Sunrise di Sibayak (Mora Gandi R - d'Traveler)

5. Gunung Sibayak, Sumatera Utara

Ada dua gunung yang mewarnai keindahan Kota Brastagi, yaitu Sibayak dan Sinabung. Gunung yang disebut pertama itu punya panorama eksotis, serta terkenal di kalangan para pendaki pemula. Puncaknya berada di ketinggian 2.212 mdpl, dan punya bentuk unik seperti tapal kuda. Oleh karena itu titik tertinggi gunung ini disebut Puncak Tapal Kuda.

Jalur favorit untuk mencapai puncak Gunung Sibayak adalah jalur Lima Empat. Disebut begitu karena berada di KM 54 dari Kota Medan. Sebelum mendaki, Anda bisa menyantap jagung rebus maupun bakar. Dari pintu masuk jalur hingga puncak Gunung Sibayak, perjalanan hanya memakan waktu 3-4 jam.




sumber : http://travel.detik.com/read/2012/04/23/125942/1899134/1025/5-gunung-ini-bersahabat-bagi-para-pendaki-pemula

+ Selengkapnya ...

Rabu, 18 April 2012

Pulau-pulau di sekitar Komodo, Rinca


Taman Nasional Pulau Komodo, Nusa Tenggara Barat, yang merupakan situs warisan dunia UNESCO, selain memiliki habibat hewan asli komodo ternyata juga menyimpan keanekaragaman kehidupan bawah laut yang menakjubkan. Keanekaragaman seperti ikan pari, hiu, terumbu karang, dan berbagai macam biota bawah laut, menjadikan Pulau Komodo surga bagi para penyelam.

Labuan Bajo adalah pintu masuk ke Pulau Komodo. Untuk sampai ke Labuan Bajo, Anda dapat menempuhnya dengan pesawat kecil, seperti Merpati dan Trigana Air dari Denpasar ke Bandar Udara Komodo.

Setibanya di Labuan Bajo kita dapat menyewa kapal kecil untuk menikmati pasir berwarna merah muda Pulau Komodo atau menggunakan LOB (live board) dengan kapal phinisi mengelilingi pulau-pulau kecil, seperti Pulau Wainilu, Pulau Batu Bolong, Pulau Tatawa Besar, Pulau Makaser, Pulau Lawa Laut, dan Pulau Cyrstal Rock.

Salah satu spot favorit bagi para penyelam adalah Batu Bolong dan Tatawa Besar. Di sinilah sering ditemukan ikan pari dan hiu karang bergerombol. Namun, dibutuhkan keahlian menyelam yang cukup karena arus di kedua pulau kecil ini cukup deras.

Jangan khawatir bagi Anda yang ingin melakukan penyelaman santai, di Crystal Rocklah tempatnya. Di sini banyak dijumpai terumbu karang yang berwarna-warni hanya di kedalaman 5 meter. Sering juga muncul penyu besar berenang mencari makan di sela-sela karang yang cantik dan bermain bersama ikan badut (clown fish). Bahkan sekawanan ikan tuna sering muncul di tempat ini.

Keindahan bawah laut pulau Komodo akan memberikan pengalaman dan menjadi obat penghilang kejenuhan. Mari menyelam di Pulau Komodo!


Lion fish di bawah laut Pulau Komodo

Anemon di Pulau Komodo

Surga bawah laut Pulau Komodo, crystal rock

Crystal clear bawah laut Pulau Komodo

Bintang laut di Pulau Komodo

Moray eel di Pulau Komodo

Biota bawah laut pulau komodo

Cantiknya terumbu karang di Pulau Komodo


Biota laut di Pulau Komodo



sumber :http://travel.detik.com/readfoto/2012/04/15/165119/1892843/1026/2/pulau-komodo-surga-bagi-para-diver#topart

+ Selengkapnya ...

Mempelajari Kehidupan Pulau Dewata di Bali Classic CenterMempelajari Kehidupan Pulau Dewata di Bali Classic Center

Pembuatan ogoh-ogoh (www.baliclassiccenter.com)

Bali tidak hanya pantai, Bali Classic Center atau BBC akan mengajarkan dan memperkenalkan kepada Anda tentang segala hal kebudayaan Bali. Segala jenis tarian, kehidupan hingga kesenian tentang Bali ada di sini!

BCC seolah 'taman mininya' Bali, karena segala hal tentang kehidupan masyarakat Bali terdapat di sini. Tempat ini pun sudah menjadi
destinasi incaran bagi para traveler dalam dan luar negeri. Jika ingin mengenal Bali lebih dalam, tempat ini wajib untuk dikunjungi.

Bali Classic Center memiliki luas sebesar 5 hektar dan terletak di kawasan Ubud. Tempat ini dikemas dengan pemandangan sawah,
pegunungan, sungai dan hamparan hutan yang hijau. Anda dapat mengunjungi objek wisata ini hanya dengan menempuh perjalanan sekitar 45 menit dari Denpasar.

Menurut situs resmi baliclassiccenter yang dikunjungi detikTravel, Rabu (18/4/2012), di BCC terdapat berbagai macam tarian khas Bali.
Tarian tersebut seperti tari pendet, tari topeng, tari barong, joged bumbung dan masih banyak lagi. Anda dapat menyaksikan beberapa tarian tersebut di tempat ini dan berfoto bersama barong.

Tidak hanya tarian, BCC juga mengenalkan kehidupan dan kebudayaan sehari-hari masyarakat Bali. Anda bisa melihat langsung dan mencoba membuat sesajen, meracik bumbu-bumbu masakan Bali, bermain gamelan, menari bersama para penari cantik Bali, membuat ogoh-ogoh, menumbuk padi dan membuat minyak kelapa Bali. Sambil melihat-lihat, suasana yang sejuk khas pegunungan akan menemani Anda.

Berkunjung ke BCC, Anda akan mendapat segala jenis kebudayaan masyarakat Bali. Anda juga bisa mencoba menumbuk padi atau membuat ogoh-ogoh yang besar. Tertarik? Biasanya Bali Classic Center membuka kunjungan untuk study tur siswa dan mahasiswa. Harga tiket masuknya sekitar Rp 50.000 per orang atau harga khusus bagi wisatawan yang datang berkelompok.

Tempat ini sangat cocok untuk belajar dan mengamati budaya Bali lebih dalam tanpa harus berkeliling Pulau Bali. Ayo datang ke Bali Classic Center dan melihat kehidupan serta budaya masyarakat Bali dari dekat.
Salah satu panggung di Bali Classic Center (www.baliclassiccenter.com)

Proses penumbukan padi (www.baliclassiccenter.com)

Jalan di Bali Classic Center (www.baliclassiccenter.com)




sumber :http://travel.detik.com/read/2012/04/18/094259/1894992/1025/2/mempelajari-kehidupan-pulau-dewata-di-bali-classic-center#topart

+ Selengkapnya ...

Senin, 16 April 2012

Tradisi Berburu Paus di Lamalera

Berburu paus (sumber: touristspot.ruvenga.com)

Jika berkunjung ke Flores pada bulan Mei nanti, sempatkanlah berkunjung ke Lamalera di Kabupaten Lambata, NTT. Di sana, Anda bisa menyaksikan tradisi berburu paus yang sudah dilakukan turun temurun sejak abad ke-16.

Desa Lamalera terletak di selatan Pulau Lembata, Nusa Tenggata Timur. Penduduk di desa ini memiliki tradisi yang tak biasa, yaitu berburu paus. Jenis paus yang diburu pun bukan sembarang paus, yaitu hanya sperm whales dan pilot whales. Khusus untuk paus biru atau blue whales, masyarakat Lamalera tidak memburunya, karena paus biru dianggap sebagai penyelamat leluhur warga Lamalera. Selain itu, paus biru juga merupakan paus langka dan dilindungi.
Ujung tombak senjata pemburu paus (dok. Giffarin Rindiwandana/ACI)
Penasaran dengan tradisi ini? Anda bisa datang saat musim perburuan paus yang biasanya jatuh antara bulan Mei-Oktober. Saat itu, laut sangat tenang, jadi memudahkan warga untuk berburu paus.

Yang menarik dari perburuan paus ini adalah peralatan yang digunakan. Jangan bayangkan Anda akan melihat peralatan modern untuk berburu. Warga Lamalera masih menggunakan peralatan yang sangat tradisional untuk berburu. Dengan hanya bermodalkan perahu kayu dan bambu runcing berujung besi, mereka siap memburu mamalia laut paling besar ini.
(dok. Giffarin Rindiwandana/ACI)
Ternyata, sebelum perburuan dimulai, beberapa ritual harus warga Lamalera lakukan. Pada tanggal 28 atau 29 April, biasanya Suku Wujon di Lamalera yang tinggal di atas gunung akan turun ke pantai dan berdoa memanggil paus.

Ritual tidak sampai di situ, pada tanggal 30 dan 31 April semua masyarakat Lamalera akan berdoa untuk keselamatan nelayan yang akan berangkat ke laut. Karena kebanyakan masyarakat Lamalera menganut agaman Kristen, doa pun dilakukan sesuai agama Kristen. Seorang pemimpin akan berdiri di depan mimbar yang telah disediakan di pantai.
Garasi tempat parkir kapal-kapal pemburu paus (dok. Giffarin Rindiwandana/ACI)
Keesokan harinya pada 1 Mei, akan disediakan 20 kapal untuk berburu paus. 20 perahu tersebut menandakan jumlah suku yang ada di Lamalera, tapi dari 20 perahu, hanya satu yang diperbolehkan untuk berlayar pada hari pertama. Perahu tersebut adalah perahu Paraso Sapang yang menandakan suku tertua di Lamalera.

Apabila Paraso Sapang berhasil menemukan paus, 19 kapal yang lain baru diperbolehkan keluar dan membantu Paraso Sapang untuk berburu paus. Namun apabila Paraso Sapang tidak berhasil menemukan paus, maka pencaharian dilanjutkan pada keesokan harinya bersama 19 perahu lainnya.

Ada tiga jabatan penting dalam satu perahu, yaitu lamuri, matros dan lamafa. Lamuri adalah pemegang kendali perahu atau juru kemudi. Matros adalah kru perahu, sedangkan lamafa adalah jabatan terpenting di dalam perburuan paus. Lamafa berdiri di ujung kapal dan menombak paus.

Nantinya, daging hasil buruan akan dibagikan ke seluruh desa, bahkan ada juga yang menyimpannya untuk persediaan selama tahun. Biasanya daging paus buruan ini diolah dengan dikeringkan atau diasap.

Lukisan kegiatan masyarakat Lamalera berburu Paus (dok. Giffarin Rindiwandana/ACI)




sumber :http://travel.detik.com/read/2012/04/16/180658/1893791/1025/tradisi-berburu-paus-di-lamalera

+ Selengkapnya ...

Tradisi Berburu Paus di Lamalera

Berburu paus (sumber: touristspot.ruvenga.com)

Jika berkunjung ke Flores pada bulan Mei nanti, sempatkanlah berkunjung ke Lamalera di Kabupaten Lambata, NTT. Di sana, Anda bisa menyaksikan tradisi berburu paus yang sudah dilakukan turun temurun sejak abad ke-16.

Desa Lamalera terletak di selatan Pulau Lembata, Nusa Tenggata Timur. Penduduk di desa ini memiliki tradisi yang tak biasa, yaitu berburu paus. Jenis paus yang diburu pun bukan sembarang paus, yaitu hanya sperm whales dan pilot whales. Khusus untuk paus biru atau blue whales, masyarakat Lamalera tidak memburunya, karena paus biru dianggap sebagai penyelamat leluhur warga Lamalera. Selain itu, paus biru juga merupakan paus langka dan dilindungi.
Ujung tombak senjata pemburu paus (dok. Giffarin Rindiwandana/ACI)
Penasaran dengan tradisi ini? Anda bisa datang saat musim perburuan paus yang biasanya jatuh antara bulan Mei-Oktober. Saat itu, laut sangat tenang, jadi memudahkan warga untuk berburu paus.

Yang menarik dari perburuan paus ini adalah peralatan yang digunakan. Jangan bayangkan Anda akan melihat peralatan modern untuk berburu. Warga Lamalera masih menggunakan peralatan yang sangat tradisional untuk berburu. Dengan hanya bermodalkan perahu kayu dan bambu runcing berujung besi, mereka siap memburu mamalia laut paling besar ini.
(dok. Giffarin Rindiwandana/ACI)
Ternyata, sebelum perburuan dimulai, beberapa ritual harus warga Lamalera lakukan. Pada tanggal 28 atau 29 April, biasanya Suku Wujon di Lamalera yang tinggal di atas gunung akan turun ke pantai dan berdoa memanggil paus.

Ritual tidak sampai di situ, pada tanggal 30 dan 31 April semua masyarakat Lamalera akan berdoa untuk keselamatan nelayan yang akan berangkat ke laut. Karena kebanyakan masyarakat Lamalera menganut agaman Kristen, doa pun dilakukan sesuai agama Kristen. Seorang pemimpin akan berdiri di depan mimbar yang telah disediakan di pantai.
Garasi tempat parkir kapal-kapal pemburu paus (dok. Giffarin Rindiwandana/ACI)
Keesokan harinya pada 1 Mei, akan disediakan 20 kapal untuk berburu paus. 20 perahu tersebut menandakan jumlah suku yang ada di Lamalera, tapi dari 20 perahu, hanya satu yang diperbolehkan untuk berlayar pada hari pertama. Perahu tersebut adalah perahu Paraso Sapang yang menandakan suku tertua di Lamalera.

Apabila Paraso Sapang berhasil menemukan paus, 19 kapal yang lain baru diperbolehkan keluar dan membantu Paraso Sapang untuk berburu paus. Namun apabila Paraso Sapang tidak berhasil menemukan paus, maka pencaharian dilanjutkan pada keesokan harinya bersama 19 perahu lainnya.

Ada tiga jabatan penting dalam satu perahu, yaitu lamuri, matros dan lamafa. Lamuri adalah pemegang kendali perahu atau juru kemudi. Matros adalah kru perahu, sedangkan lamafa adalah jabatan terpenting di dalam perburuan paus. Lamafa berdiri di ujung kapal dan menombak paus.

Nantinya, daging hasil buruan akan dibagikan ke seluruh desa, bahkan ada juga yang menyimpannya untuk persediaan selama tahun. Biasanya daging paus buruan ini diolah dengan dikeringkan atau diasap.

Lukisan kegiatan masyarakat Lamalera berburu Paus (dok. Giffarin Rindiwandana/ACI)




sumber :http://travel.detik.com/read/2012/04/16/180658/1893791/1025/tradisi-berburu-paus-di-lamalera

+ Selengkapnya ...

Menjelajahi Lobang Jepang di Bukittinggi

Lobang Jepang yang penuh sejarah dan misteri (Dian Ekawati/ACI)

Bukittinggi merupakan ikon wisata Sumatera Barat. Alam dan suasananya sangatlah memesona. Tidak hanya itu, di sana juga terdapat Gua Lobang Jepang yang terkenal. Terowongan ini penuh sejarah kelam dari zaman penjajahan Jepang.

Saat traveling ke Sumatera Barat, sempatkanlah berkunjung ke Lobang Jepang di Bukittinggi. Tempat ini terletak di dalam kawasan Ngarai Sianok, sekitar 2 jam dari Kota Padang. Biaya masuk ke kawasan Ngarai Sianok sekitar Rp 10.000, sudah termasuk tiket ke Lobang Jepang.
Pinta masuk (Dian Ekawati/ACI)
Lobang ini dibangun oleh pemerintahan Jepang saat menduduki Indonesia 70 tahun silam. Tempat ini berfungsi sebagai benteng pertahanan Jepang dalam menghadapi Perang Asia Timur Raya.

Lobang Jepang ini memiliki 16 ruangan, seperti ruang makan, dapur, ruang pengintaian, penjara, ruang penyiksaan, ruang amunisi, dan lain-lain. Lobang ini memiliki panjang sekitar 1.400 meter dan menjadi salah satu terowongan terpanjang di Indonesia.
Ruang amunisi (Dian Ekawati/ACI)
Pembuatan terowongan ini memakan korban jiwa yang tidak sedikit. Setelah dipaksa membangun terowongan ini, para pribumi dibunuh agar rahasia bangunan ini tidak bocor. Ada ratusan rakyat yang dibunuh saat itu, serta menjadi sejarah yang kelam.

Saat menelusuri Lobang Jepang ini, Anda seolah akan memasuki ruang waktu saat masa penjajahan. Setiap sudut akan memberikan kesan dan pengalaman tersendiri untuk Anda. Jangan takut, tempat ini telah disediakan fasilitas listrik dan pemandu yang akan memberikan kenyamanan dan keamanan untuk Anda.

Jadi, kapan Anda akan berkunjung ke Lobang Jepang di Bukittinggi? Dijamin, ada cerita tersendiri saat Anda menjelajahi tempat tersebut.
Masih asli buatan manusia (Dian Ekawati/ACI)

Termasuk kawasan Ngarai Sianok (Dian Ekawati/ACI)





sumber :http://travel.detik.com/read/2012/04/16/173135/1893760/1025/menjelajahi-lobang-jepang-di-bukittinggi

+ Selengkapnya ...

Minggu, 15 April 2012

Ini Dia Dua Tempat Asyik Menikmati Sunrise di Magelang

Kabut di atas Bukit Punthuk Setumbu

Sunrise merupakan pemandangan cantik yang lahir saat matahari mulai keluar dari peraduan. Di Magelang, Jawa Tengah, terdapat dua tempat cantik untuk menikmati sunrise, yaitu Candi Borobudur dan Bukit Punthuk Setumbu.

Candi Borobudur terletak di Magelang, Jawa Tengah. Candi ini merupakan situs warisan dunia dan sempat menjadi kandidat New7Wonders. Lokasinya terletak 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Keindahannya mampu menarik banyak wisatawan untuk datang mengunjunginya.

Sunrise Bukit Punthuk Setumbu

Candi bersejarah ini memiliki enam teras berbentuk bujur sangkar, di atasnya terdapat tiga pelataran melingkar. Pada dindingnya dihiasi dengan 2.672 panel relief dan aslinya terdapat 504 arca Budha.

Jika Anda ingin menikmati keindahan lain dari Borobudur, cobalah untuk datang sekitar pukul 04.00 WIB. Di sana, Anda dapat menyaksikan sunrise yang sangat indah. Kombinasi warna kuning dengan kabut tebal menjadikan pemandangan seperti lukisan di atas kanvas.

Membidik sang fajar

Jika Anda ingin menyaksikan sunrise dari tempat lainnya, di Magelang juga terdapat Bukit Punthuk Setumbu yang juga memiliki pemandangan cantik. Dari bukit setinggi 400 mdpl ini, Anda bisa menyaksikan Borobudur yang diselimuti cahaya fajar.


Sinar mulai keluar dari balik gunung
Teman-teman seperjuangan saat memburu keindahan fajar

Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah

Biksu yang mnegitari candi untuk berdoa

Para biksu yang sedang berdoa








sumber :http://travel.detik.com/read/2012/04/14/131136/1892432/1026/ini-dia-dua-tempat-asyik-menikmati-sunrise-di-magelang

+ Selengkapnya ...