Tampilkan postingan dengan label BERITA DAN POLITIK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BERITA DAN POLITIK. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 September 2012

[PENGECUT] Irjen Djoko Susilo Tolak Panggilan KPK


foto

(dari kiri) Tim Pengacara Djoko Susilo yang ditunjuk oleh kepolisian, Tommy Sihotang, Juniver Girsang dan Hotma Sitompul memberikan keterangan pada wartawan di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Jumat (28/9). TEMPO/Seto Wardhana

TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Gubernur Akademi Kepolisian, Inspektur Jenderal Djoko Susilo, menolak panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi, Jumat, 28 September 2012. Juniver Girsang, pengacara Djoko, mengatakan bahwa kliennya meminta penegasan siapa pihak yang berwenang menyidik kasus dugaan korupsi pengadaan simulator SIM ini: KPK atau Mabes Polri.

”Karena selain di KPK, kasus ini juga ditangani polisi,” ujar Juniver saat mendatangi kantor KPK, Jumat siang ini, 28 September 2012. ”Kami minta penegasan dan penjelasan.”

Juniver mengatakan dia membawa surat untuk diserahkan ke penyidik terkait alasan-alasan kliennya tidak memenuhi panggilan. Djoko dalam suratnya, kata dia, juga baru akan mengambil sikap setelah menerima fatwa dari Mahkamah Agung tentang penanganan kasus ini. ”Untuk memperjelas. Tentu muara kasus ini ke pengadilan. Dan kami akan meminta fatwa Mahkamah Agung dulu,” katanya.

Djoko Susilo ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menyalahgunakan kewenangan hingga merugikan negara dalam proyek simulator ujian surat izin mengemudi. Selain mantan Kepala Korps Lalulintas itu, KPK juga menetapkan tersangka mantan wakil Djoko, yakni Brigadir Jenderal Didik Purnomo.

Selain Djoko, Direktur Utama PT Inovasi Teknologi Indonesia Soekotjo S. Bambang serta Direktur PT Citra Mandiri Metalindo Abadi Budi Susanto turut menjadi tersangka. Kasus ini menjadi polemik karena Kepolisian juga mengusut dan menahan Didik di Markas Komando Brigadir Mobil.

Juniver mengatakan telah membawa dualisme penanganan kasus ini ke pengadilan, termasuk untuk menguji penyitaan atas penggeledahan KPK di Korps Lalulintas. "KPK menyita bukti-bukti yang tidak ada relevansinya dalam kasus ini. Kami meminta pengadilan menilainya," ujar dia.

Juniver membantah ketidakhadiran kliennya karena takut dijebloskan ke rumah tahanan TNI di Guntur. Ia menegaskan kliennya sangat kooperatif bila sesuai ketentuan. "Tidak ada urusan soal penahanan itu," ujar dia.

 

+ Selengkapnya ...

SUTAN BHATOEGANA MIRIP JOKOWI (Setuju /Tidak,...penonton?)

Sutan Bhatoegana Mirip Jokowi
Disambut Hangat Kaum Ibu

(Analisa/istimewa). Sejumlah kaum ibu berjoget ria saat
bakal calon Gubsu Sutan Bhatoegana Siregar (baju kotak2 biru)
menyanyikan lagu Melayu pada kunjungan silaturahim
di Kotapinang, Labusel, baru-baru ini.

Sumut - Kamis, 27 Sep 2012 00:18 WIB

Medan, (Analisa).
Kunjungan silaturahim bakal calon Gubernur Sumatera Utara (Cagubsu) Sutan Bhatoegana Siregar di Labuhan Batu Selatan dan Tanjung Balai, mendapat sambutan hangat dari kaum ibu setempat layaknya seperti Jokowi yang mendapat simpati besar warga Jakarta.

Kaum ibu dan masyarakat terlihat tak segan-segan merangkul dan mencium tangan Ketua Komisi VII DPR RI itu penuh ekspresi seolah ingin melepas kerinduan yang lama tertahan.


Suasana itu terekam saat Cagubsu terpopuler lantaran sering tampil di televisi nasional, itu melakukan safari selama tiga hari bersosialisasi di Kota Pinang (Labuhan Batu Selatan), Pulau Simardan (Tanjung Balai), dan Rantau Prapat, Jumat-Minggu (21-23/9) lalu. Khusus di Rantai Prapat, Sutan diterima oleh ratusan pemuda dari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).


Kaum ibu yang di antaranya ada yang membawa anak-anak mereka, menyambut Sutan Bhatoegana dengan memanggil-manggil namanya, bersalaman, serta meminta foto bersama. Mereka larut dalam kegembiraan dan berjoget bersama saat pendiri Partai Demokrat itu menyanyikan lagu Melayu kesukaannya, yaitu "Renungkanlah" dan "Fatwa Pujangga".


Dalam sambutannya, ayah tiga anak kelahiran Pematang Siantar 55 tahun lalu itu mengatakan, Sumut semula dikenal sebagai provinsi terbesar dan termakmur tetapi sekarang kawasan ini mulai tertinggal.


Pemimpin BBM


"Untuk mengejar ketertinggalan itu Sumut memerlukan seorang pemimpin yang bersih, berani, dan merakyat (BBM), bukan pemimpin yang SDM atau DDM," tegasnya.


Sutan menjelaskan, pemimpin yang "SDM" adalah pemimpin yang lebih memilih selamatkan diri masing-masing ketimbang menyelamatkan nasib rakyatnya.


"Jangan juga menjadi pemimpin yang ‘DDM’ karena ini artinya pemimpin "disondo maradian" atau pemimpin yang masih hidup namun jiwanya mati dan tak peduli pada nasib dan kesejahteraan rakyatnya," ujar Sutan.


Untuk memajukan Sumatera Utara, sebagai
Cagubsu Sutan menawarkan konsep yang disebutnya "Sumut yang Lebih MANTAB". (masuk tu barang, bang)

Artinya, Sumut harus lebih maju dengan mengejar ketertinggalan infrastruktur seperti jalan dan jembatan sehingga perekonomian masyarakatnya pun lebih meningkat.


Selanjutnya, masyarakat Sumut harus merasa aman dari berbagai macam gagguan keamanan dan harus merasakan hidup nyaman dengan terpenuhinya berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Masyarakat juga harus dibuat tertib dengan mentaati peraturan yang ada dan merasakan hidup asri dengan lingkungan yang hijau, bersih, dan indah.


"Kata kunci dari semua harapan itu, Sumut harus memiliki pemimpin yang bersih. Baik dalam pengertian lingkungan yang bersih maupun aparat birokrasi yang bersih," papar Sutan.


Dia menegaskan,
jika rakyat memilihnya sebagai Gubsu mendatang, pada hakikatnya yang menjadi gubernur adalah rakyat Sumut itu sendiri. Sedangkan dirinya hanyalah pelaksana harian. "Apa yang diinginkan rakyat tinggal bilang, saya yang akan melaksanakannya," kata Sutan Bhateogana.

http://www.analisadaily.com/news/rea.../#.UGZAvpjMhLo



Mirip ....kotak2 nya

Sutan Bhatoegana Bagi-bagi Duit
Kamis, 27 September 2012 , 08:08:00
BINJAI-
Bakal calon gubsu dari Demokrat Sutan Bhatoegana mulai menunjukkan taringnya di sejumlah daerah di Sumut, termasuk di Binjai. Bertempat di salah satu lesehan di Jalan Umar Baki,Kecamatan Binjai, Sutan bagi-bagi duit recehan Rp10 ribu dan Rp20 ribu kepada sejumlah masyarakat yang datang, Rabu (26/9).

Dalam kunjungan singkatnya di Kota Binjai, Ketua Komisi VII DPR RI itu menyampaikan, dirinya memberikan uang kepada masyarakat bukan mencari simpati masyarakat, melainkan atas keikhlasan sendiri. "Kenapa, kan tidak ada masalah saya membagi-bagikan uang kepada masyarakat, saya ikhlas memberi mereka, bukan saya paksa mereka untuk memilih saya," urainya.


Dia juga mengaku, pemberiannya itu hanya sekedar untuk menghargai kehadiran masyarakat yang telah bersedia berkumpul di acara yang dibuat pihaknya. "Saya senang memberi mereka uang, lagian tidak ada larangan untuk memberi warga uang ala kadarnya, inikan bukan masa kampanye, hanya silaturahmi biasa saja," tegasnya.


Dengan pemberian itu, lanjutnya, warga yang dating juga merasa senang atas kehadiran dirinya di Kota Binjai. "Dengan nilai uang segitu, saya rasa tidak ada masalah. Saya senang memberi mereka, masyarakat juga senang menerimanya. Pemberian ini murni karena hati nurani saya, tidak ada apa-apa dibaliknya," ujar politisi bersuara keras ini.


Bahkan kata dia, dirinya tidak tertarik menjadi gubsu. Hanya saja, dia tidak ingin suara Demokrat jatuh ke tangan non kader seperti tahun-tahun sebelumnya.
"Perlu dicatat, saya tidak tertarik menjadi gubsu, saya kemari (Binjai,red) hanya menjalankan tugas bakti saya sebagai warga negara dan warga Sumut untuk menjalankan amanah rakyat. Jadi saya tekankan, saya turut serta menjadi bakal calon gubsu, karena tidak ingin suara Demokrat dijual kepada non kader, seperti terjadi di 2008 silam," dalihnya.

Ketika disinggung kayakinannya bakal terpilih menjadi calon kuat partai dan pilihan rakyat, pria berbadan gempal ini mengaku, saat ini sesuai poling internal partai, dirinya masih berada di urutan pertama kandidat kuat balon gubsu dan
dia yakin bakal dipilih rakyat.

"Kalau saya tidak yakin, ngapain saya jauh-jauh turun kemari
, mending saya duduk manis di Komisi VII DPR RI. Saat ini ada empat kandidat yang masuk ke partai Demokrat, tapi belum ada keputusan resmi siapa calon gubsu pilihan partai. Berdasarkan poling internal partai, saya masih di urutan pertama," sebutnya.

Saat disoal citranya tercoreng akibat dugaan korupsi di tubuh Demokrat, Sutan mengatakan, dirinya tidak ada terlibat dalam kasus dugaan suap menyuap seperti diberitakan. Malah, pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah memberitahukan kepada dirinya kalau berkas dugaan suap Nazaruddin sudah lengkap dan keterangannya tidak diperlukan lagi.


"Memang waktu itu ada tawaran ke saya sebesar Rp2 miliar untuk memilih Anas, tapi saya tolak, makanya saya tidak terlibat dalam masalah itu
. Kalau tidak, mungkin kalian tidak akan bertemu saya hari ini," candanya sambil tertawa lebar.
Quote:
Quote:
"Memang waktu itu ada tawaran ke saya sebesar Rp2 miliar untuk memilih Anas"
Menarik...komentarnya Bang Sutan yg ini
bandingkan dgn komentar abang yg ini..
Quote:
"Sebelum pemilihan sudah mengarahkan memilih Anas karena ketua tim kan kampanye. Tapi itu tidak disebut politik uang. Yang disebut politik uang adalah ketika menawarkan," kata Sutan yang juga terhitung masuk tim kampanye Anas saat Kongres Bandung lalu.

"Sekadar transportasi, biasa saja, kalau ada yang tidak wajar misalnya dihitung Rp30 juta dan jadinya dia bayar Rp100 juta itu baru money politik,"
kata dia.
http://politik.news.viva.co.id/news/...a-transportasi
Kepada masyarakat Binjai, dia berjanji, jika terpilih menjadi gubsu, akan memperhatikan masyarakat Binjai sesuai dengan amanah yang diembannya. Dia juga berjanji berlaku bersih seperti slogan Partai Demokrat anti korupsi.

"Binjai ini kan bagian dari Sumut, makanya akan kita benahi juga. Apalagi Sumut akan menjadi pintu gerbang Indonesia bagian Barat, sehingga roda perekonomiannya akan terus meningkat sesuai harapan masyarakat. Jika perekonomian meningkat, tentunya masyarakatnya akan sejahtera," ungkapnya dihadapan puluhan warga.


Usai menyampaikan aspirasinya, Soetan sempat bernyanyi sembari menyawer warga dan makan siang bersama. Setelah makan siang, Sutan mengaku akan bertolak ke Padangsidimpuan, Padanglawas dan Padanglawas Utara.
(ndi)

http://www.jpnn.com/index.php?mib=be...tail&id=141122

Quote:
My Signature


Khotbah soal moral omong keadilan

Sarapan pagiku

Aksi tipu tipu lobying dan upeti
Woow jagonya


+ Selengkapnya ...

Tawuran Pelajar Kian Mengerikan



Dua kelompok pelajar dari sekolah yang berbeda terlibat tawuran di jalur Kereta Rel Listrik (KRL) di kawasan Buaran, Jakarta Timur, Rabu (12/5).MI/RAMDANI


"Siswa yang diketahui bernama Deni Yanuar akhirnya tewas saat dibawa ke RS Cipto Mangunkusumo. Deni mengalami luka bacokan di bagian perut"

Demikian sebagian isi berita tentang tewasnya seorang siswa SMA Yayasan Karya 66 bernama Deni Yanuar, Rabu (26/9) siang di daerah Manggarai, Jakarta Selatan, yang saya baca di sebuah situs berita.

Miris? Saya jawab ya. Walaupun sudah sangat muak dengan aksi tawuran antarpelajar yang rasanya sangat susah untuk dihentikan, membaca adanya korban yang tewas dengan sia-sia ini, saya tetap saja merasa sangat miris. Apalagi, kasus ini hanya berselang dua hari dari kasus tewasnya Alawy Yusianto Putra, siswa SMA Negeri 6 akibat serangan sekelompok siswa SMA Negeri 70 Jakarta Selatan, Senin (24/9).

Tewasnya Deni, 17, dan Alawy, 15, ini menambah rapor merah pendidikan nasional. Pasalnya, hal itu terjadi belum dua pekan setelah kasus serupa terjadi di Depok dan menewaskan pelajar Dedi Triyuda, 17, Rabu (12/9). Seperti halnya Alawy yang tewas akibat ditikam celurit di bagian dada, Dedi juga meregang nyawa setelah ditusuk penyerang dari sekolah lain.

Peristiwa itu juga semakin menambah panjang daftar korban sia-sia akibat tawuran pelajar. Apakah korban-korban yang tewas tersebut terlibat atau tidak terlibat aksi tawuran, tetap saja, hilangnya nyawa pelajar dengan luka yang sangat serius menunjukkan bahwa tawuran pelajar tidak bisa lagi dianggap enteng.

Tawuran pelajar yang terjadi saat ini sudah layaknya sebuah ajang balas dendam dengan wujud kriminal. Adanya persiapan amunisi berupa senjata tajam sejak awal dimana senjata-senjata mematikan itu digunakan untuk menghabisi orang lain, menunjukkan kalau tawuran pelajar tidak boleh lagi sekadar dianggap sebagai kenakalan remaja.

Pemerintah membantah ada kesalahan di dalam sistem pendidikan Indonesia, banyak pendapat yang mengatakan kalau maraknya tawuran di kalangan pelajar karena ada yang salah dalam sistem pendidikan nasional. Maraknya tawuran pelajar menunjukkan sistem pendidikan nasional cacat dimana pendidikan saat ini dinilai lebih mementingkan pendidikan otak ketimbang pendidikan budi pekerti.

Jika ditanya siapa yang paling bertanggung jawab atas masalah ini, semua pihak baik keluarga, sekolah maupun pemerintah semuanya mempunyai andil. Namun jika melihat asal-muasal tawuran yang sekadar menuntaskan dendam atas hal-hal sepele, itu menunjukkan sumbu perdamaian sudah teramat pendek. Hal itu sekaligus pula menegaskan dugaan bahwa kekerasan memang telah diternakkan sehingga kian akrab dengan anak bangsa.

Jelaslah, pelajar kita, para tunas bangsa, memiliki referensi yang cukup untuk berlaku brutal. Mereka menyaksikan tindakan kekerasan--entah atas nama agama, suku, atau kelompok--sering kali dibiarkan tanpa tindakan tegas dari aparat negara.

=========
Menurut saya, fungsi sekolah harus dikembalikan sebagai tempat peserta didik mendapat pembinaan kepribadian, bukan hanya intelektual. Bagaimana pendapat agan-agan

+ Selengkapnya ...

Jumat, 14 September 2012

Terkait Film 'Innocence of Muslims', AS Dihujat Dimana-mana


[SANAA] Aksi protes anti-Amerika Serikat (AS) yang dipicu film penghujatan terhadap Nabi Muhammad SAW, meluas di negara-negara Muslim di Timur Tengah dan Asia Tenggara.

Sepanjang Kamis (13/9), demonstrasi besar dan kecil dilaporkan terjadi di Israel, Kota Gaza (perbatasan Israel-Palestina), Libya, Mesir, Yaman, Sudan, Tunisia, Maroko, Irak, Iran dan di Kashmir-India. Bahkan pada Jumat (14/9), sejumlah aksi protes anti-AS direncanakan berlangsung di Yaman, Afghanistan dan Pakistan.


Dalam aksi unjuk rasa di Sanaa, Yaman, Kamis, ribuan massa berdemo di depan kompleks Kedutaan AS dan memaksa masuk dengan memanjat pagar tembok kompleks Kedutaan AS dan dihalau petugas keamanan hingga terjadi bentrokan.


Para pengunjuk rasa berhasil menerobos blokade keamanan, memanjat tembok kompleks kedutaan dan membuka pintu gerbang untuk massa yang menunggu di luar. Massa yang marah kemudian merusak mobil dan kendaraan lapis baja yang diparkir di halaman Kedutaan AS, membakar beberapa bagian gedung berikut bendera AS dan menggantinya dengan bendera putih bertuliskan kalimat syahadat.


Empat demonstran dilaporkan tewas, 24 aparat keamanan terluka begitu pula 11 pengunjuk rasa dalam bentrokan tersebut. Pengunjuk rasa akhirnya bisa dibubarkan satu jam kemudian, setelah aparat menembakkan gas air mata dan meriam air.


Di Kairo, Mesir, protes anti-AS masih berlangsung. Penjagaan aparat keamanan yang cukup ketat membuat massa tak dapat memaksa masuk ke kompleks Kedutaan AS, sehingga bentrokan tak terhindarkan.


Pengunjuk rasa melemparkan batu dan bom molotov ke arah petugas yang menembakkan gas air mata dan peluru karet untuk menghalau massa menjauhi kompleks Kedutaan AS. Setidaknya 224 orang terluka dalam bentrokan tersebut. Di Kota Gaza, warga Palestina berdemonstrasi di luar markas besar PBB dan sekitar 200 warga Palestina memprotes film tersebut di depan Gedung Dewan Legislatif Palestina. Di Tel Aviv, Israel, sekitar 50 orang berunjuk rasa di depan Kedutaan Besar AS.


Di Iran, massa melakukan aksi protes di dekat Kedutaan Swiss karena Iran tidak memiliki hubungan diplomatik dengan AS. Sekitar 500 pengunjuk rasa meneriakkan "Matilah Amerika!" dan menyerukan kematian pembuat film yang menghujat Nabi Muhammad.


Di Irak, khususnya di daerah mayoritas Syiah di timur Baghdad, ratusan demonstran turun ke jalan dan meneriakkan, "Amerika adalah musuh rakyat" sambil membakar bendera AS. Sejauh ini, aksi unjuk rasa belum menyebar ke Afghanistan yang juga berpotensi tinggi menentang AS. Pemerintah Afghanistan telah memerintahkan proteksi terhadap akses film penghujatan Nabi Muhammad di situs internet YouTube. Namun pada Jumat ini, aksi unjuk rasa anti-AS direncanakan terjadi di Afghanistan. [CNN/BBC/J-9]



sumber


D
i Amerika menghina orang dan agama lain kan bebas, tidur dengan beda2 perempuan bebas, minum anggur bebas, kalo di agama Islam semua diatur supaya kehidupan adil dan tidak saling menyakiti. Namun jika Muslim diganggu maka mereka tak akan mundur

Amerika emang hobi jadi provokator dalam hal2 yg buruk, kelakuan warganya juga buruk. Amerika suka memancing rusuh, ketika dibalas dibilang teroris


Banyak yang bilang generalisasi lah, muslim pemarah lah, dll di trit ini.
Namun alangkah lebih bijaksana memandang dari berbagi sudut pandang, banyak yg belum tau tentang filmnya namun dah mengatakan macam2 terhadap orang yg protes dengan film ini. Jika anda sangat sayang kepada ibu yg melahirkan anda, kemudian oleh orang lain ibu anda dibilang pelacur, kemudian disebarkan kemana2, pertanyaannya... bagaimana perasaan anda jika anda orang yg normal????

Ane dah nonton sekilas dan gak tahan gan, filmnya bergenre komedi mengarah ke pornografi, sangat ngawur menggambarkan tentang nabi, dan sepertinya penulis skenarionya tidak tau apapun tentang sosok nabi.


namun ini bisa jadi pertimbangan 2 pihak:


pihak yg membela Amerika
  • Generalisir sudah dipraktekkan dulu oleh Amerika, dari dulu sampe sekarang tidak ada definisi yg jelas makna teroris, jika memang teroris adalah pihak/orang yg menebar teror, bagaimana dengan amerika yg menebar teror di Afganistan, Iraq, Pakistan,Korut, Iran dan berbagai belahan bumi lain dg menginvasi dan menyusupkan agen CIA nya kemana mana?? kenapa Zionis tidak disebut teroris, padahal terornya sangat luar biasa terhadap bangsa Palestina, anak kecil tak berdosa dihabisi di tengah jalan, dilindas tank dll.
  • generalisir yg lain adalah kenapa ketika tentara amerika yg membunuh umat muslim mereka mengatakan oknum saja, sedangkan jika ada pelaku bom bunuh diri selalu dikaitkan Islam teroris.
  • kenapa juga OPM & RMS yg membunuh puluhan polisi + warga di Papua dan Maluku dibilang Separatis, giliran radikal yg menembaki pos polisi dibilang teroris???
  • apakah di dalam agama selain Islam diajarkan mengolok2 orang lain adalah perbuatan terpuji?? karena bukan sekali ini kasus pelecehan nabi terjadi, pernah ada kartun, pernah ada dokumenter, pernah ada pembakaran kitab suci umat Islam, tentara AS mengencingi jasad warga yg beragama muslim, dll. Apakah itu ajaran agama anda?? dan anda mengatakan orang yg bereaksi terhadap kelakuan anda itu teroris???

pihak yg menentang film tersebut:
  • Islam adalah agama mulia, tanpa dibela pun tetap agama yg mulia. Islam ketika lahir adalah agama penyayang, pemaaf. Mereka orang yg suka menghina Islam sebenarnya sadar dan tau akan hal itu, mereka hanya ngetes saja.
  • Orang akan semakin penasaran dan mencari tau siapa Muhammad SAW sebenanya, Justru ini adalah momen tersebut, biarkan mereka mencari apa saja tentang nabi mulia ini. ALLAH yang berkehendak memberi hidayah mereka atau tidak.
  • orang yg mengolok olok belum tentu lebih baik dari yg diolok2, justru orang yg mengolok2 itu sadar dia banyak kekurangan daripada yg diolok2, sehingga untuk menutupi kekurangannya itu dia menggunakan olok2 sebagai bahan.
  • percayalah dunia ini hanya sendau gurau dan permainan belaka, masih ada kehidupan yg sebenarnya yaitu akherat.
  • kejadian demi kejadian membuktikan bahwa Islam adalah agama dan umat yg cukup besar, atas perkembangan ini mereka khawatir dan ketakutan (Islamphobia), mereka bingung bagaimana menghentikan perkembangan Islam yg semakin besar, sehingga jalan awal membunuhi muslim,mereka memprovokasi dulu supaya muslim dianggap yg memulai dulu.


+ Selengkapnya ...

Polri Tarik Penyidik KPK yang Tangani Kasus Simulator SIM




JAKARTA, KOMPAS.com - Satu dari 20 penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi yang ditarik kembali ke Kepolisian diketahui tengah menangani kasus dugaan korupsi proyek ujian simulator surat izin mengemudi (SIM) Korps Lalu Lintas Polri. Kepolisian menarik kembali 20 penyidiknya yang bertugas di KPK dengan alasan masa kerja para penyidik tersebut telah habis.

"Yang kontrak kerjanya tidak diperpanjang ini, hanya satu yang menangani kasus simulator,"
kata Juru Bicara KPK, Johan Budi di Jakarta, Jumat (14/9/2012).

Namun dia membantah penarikan 20 penyidik oleh Polri ini terkait dengan kasus simulator SIM yang tengah disidik KPK.


Seperti diketahui, KPK dan Polri sama-sama tengah menangani kasus dugaan korupsi simulator SIM. Hubungan KPK dan Polri seolah menegang sejak sejumlah penyidik KPK melakukan penggeledahan di gedung Korlantas Polri beberapa waktu lalu.


Polri Tarik Penyidik KPK yang Tangani Kasus Simulator SIM



Dalam kasus ini, KPK menetapkan dua jenderal Polisi sebagai tersangka, yakni mantan Kepala Korlantas Polri Irjen Djoko Susilo, dan Wakil Kepala Korlantas Brigjen (Pol) Didik Purnomo. KPK juga menetapkan dua pihak swasta sebagai tersangka kasus ini, yaitu Sukotjo S Bambang dan Budi Susanto.


Adapun Didi, Budi, dan Sukotjo, juga ditetapkan Polri sebagai tersangka. Meskipun membantah ada hubungan antara penarikan 20 penyidik ini dengan kasus Korlantas yang juga ditangani KPK, Johan mengakui kalau jumlah ini adalah yang terbanyak yang pernah dikembalikan ke Polri.


"Sebelumnya ada dua, atau tiga, karena kontrak kerja mereka sudah habis, tidak diperpanjang," katanya. Lazimnya, para penyidik Polri bertugas selama empat tahun di KPK dan dapat diperpanjang kontraknya selama empat tahun lagi. Johan mengatakan bahwa dari 20 penyidik yang tidak diperpanjang kontraknya itu, ada yang baru setahun, dua tahun di KPK.



Berita terkait


20 Penyidik Ditarik, KPK Koordinasi dengan Kapolri


JAKARTA, KOMPAS.com - Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi akan berkoordinasi dengan Kepala Kepolisian RI terkait ditariknya 20 penyidik yang bertugas di KPK oleh Polri. Menurut Juru Bicara KPK, Johan Budi, pihaknya masih membutuhkan para penyidik tersebut.


"Pimpinan KPK akan koordinasi dengan Kapolri, karena sangat penuh (kasus) dibanding jumlah penyidik kita yang terbatas," kata Johan di Jakarta, Jumat (14/9/2012).


Sebagai gambaran, kata Johan, satu penyidik di KPK bisa menangani tiga hingga empat kasus korupsi. Apalagi, menurutnya, beberapa penyidik yang kontrak kerjanya di KPK tidak diperpanjang itu baru bertugas satu hingga dua tahun. Seusai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 63 Tahun 2005 Tentang Sistem Manajemen Manusia Sumber Daya KPK, seorang penyidik Polri bisa bertugas di KPK selama empat tahun dan kontraknya bisa diperpanjang hingga empat tahun lagi.


Secara terpisah, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Boy Rafli mengatakan, kepolisian menyadari bahwa penarikan tersebut membuat komisi antikorupsi tersebut kekurangan sumber daya manusia.Terkait hal ini, kepolisian mengaku siap memberikan penggantinya.


"Jika KPK membutuhkan pengganti akan dipersiapkan lagi penyidik yang terbaik,"
terang Boy.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kepolisian mengirimkan surat ke KPK yang isinya tidak memperpanjang kontrak 20 penyidiknya di KPK. Surat tersebut diterima KPK pada 12 September lalu.


Hingga kini belum ada keputusan final dari koordinasi antara pimpinan KPK dengan Kapolri. Johan mengatakan, bukan kali ini saja seorang penyidik yang bertugas di KPK harus kembali ke institusinya. Namun selama ini, biasanya penyidik yang kembali ke Polri hanya satu atau dua orang, belum pernah sampai 20 penyidik.


Saat ditanya apakah tidak diperpanjangnya kontrak 20 penyidik ini terkait kasus simulator SIM yang seolah menjadi rebutan KPK dengan Polri, Johan membantahnya.


"Sama sekali tidak ada hubungannya," ujar Johan.


+ Selengkapnya ...

Selasa, 21 Agustus 2012

Rhoma Irama Minta Maaf Kepada Ibunda Jokowi


JAKARTA: Raja Dangdut Rhoma Irama menjadi tokoh sentral pada acara Indonesia Lawyers Club di TV One yang mengangkat topik tentang SARA di Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta, tadi malam (Selasa, 14 Agustus 2012). Selain Rhoma, juga hadir dua anaknya yaitu Debbie dan Ridho Rhoma.

Pada kesempatan itu, Rhoma Irama tetap pada pendiriannya bahwa ceramah yang disampaikannya di Masjid Al Isra, Jakarta Barat, pekan lalu, adalah sesuatu yang memang wajib dia lakukan.

Menurut Rhoma, sesuai dengan kaidah Islam yang dia yakini, pemimpin itu harus dipilih dari golongan muslim, tidak boleh dari nonmuslim. “Itu akidah yang harus saya sampaikan.”

Meski begitu, Rhoma mengaku tidak punya persoalan dengan pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama (Jokowi-Ahok). “I love you all,” begitu kata Rhoma saat bertelewicara dengan Jokowi pada acara yang dipandu oleh wartawan senior Karni Ilyas.

Rhoma pun menyampaikan permintaan maafnya kepada ibu Jokowi yang dia sebut dalam ceramahnya adalah nonmuslim. Informasi tentang ibu Jokowi yang beragama Kristen, menurut Rhoma, didapatnya dari Internet. “Sampaikan permohonan maaf saya kepada ibunda.”

Jokowi sambil tertawa kecil mengatakan bahwa keluarganya adalah muslim sejak dari kakek-nenek dan bapak. Dirinya dan saudara-saudaranya sendiri pun sudah menunaikan haji sejak beberapa tahun lalu. “Masak sih saya harus omong-omong kalau sudah haji,” kata Jokowi pada acara itu.

Debbie Rhoma yang diberi kesempatan bicara oleh Karni Ilyas, bercerita bahwa ayahnya orang yang konsisten dengan akidah Islam. Namun, ayahnya juga orang yang amat toleran terhadap pemeluk agama lain.

Lalu Debbie bercerita bahwa keluarganya memiliki teman dekat yang berasal dari Ambon dan beragama Kristen. Sampai ketika temannya itu menikah, katanya, mereka sekeluarga juga sibuk mengurusi. “Ketika acara di gereja, ayah saya tidak ikut. Tetapi ketika ada acara di gedung, ayah saya menyanyi seperti tidak mau berhenti.”

Debbie tidak menjelaskan apakah Kak Rhoma, begitu panggilan akrab Raja Dangdut itu di film-filmnya, menyanyikan lagu 135 juta yang bercerita tentang keragaman suku bangsa Indonesia.

Nah, bagaimana menurut Anda tentang permintaan maaf Rhoma kepada Jokowi tersebut. Silakan komentar. (LN)
================================================== =======

Ane suka omongan Jokowi “Masak sih saya harus omong-omong kalau sudah haji..."
karena ada tuh orang yang bangga sama gelar Hajinya dan bulunya

+ Selengkapnya ...